Asian Para Games 2018 telah sukses digelar di Indonesia.Kesuksesan sebagai tuan rumah dan keramahan masyarakat Indonesia pun sesuai dengan harapan.
Digelarnya Closing Ceremony Asian Para Games 2018 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Sabtu (13/10), menandai berakhirnya pesta olahraga untuk disabilitas terakbar se-Asia ini.

Sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk menyambut perhelatan olahraga bagi para atlet disabilitas se-Asia itu.
Termasuk menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran agar sesuai dengan standar dan dapat digunakan dengan mudah oleh atlet disabiltas.

Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Commitee (INAPGOC) telah menambah tiga fasilitas baru di Wisma Atlet. Fasilitas pertama adalah guiding line di lantai-lantai setiap tower. Fasilitas itu berfungsi sebagai jalur penuntun dan petunjuk bagi kaum disabilitas khususnya tunanetra.

Kedua, ramp untuk masuk ke dalam lift. Ramp adalah fitur pengganti tangga yang biasanya digunakan lansia atau penyandang disabilitas untuk naik ke tempat yang lebih tinggi atau saat akan naik ke transportasi umum seperti kereta dan bus.

Fasilitas terakhir yakni toilet ramah disabilitas. Kamar atlet juga telah disediakan tombol darurat serta kursi dan hand railing di masing-masing toilet untuk memudahkan atlet yang ingin mandi.

Fasilitas ramah disabilitas itu hanya dapat dinikmati di lima tower dari total tujuh tower yang berada di kawasan Wisma Atlet yakni tower tiga sampai tujuh. Tower 1 dan 2 itu fungsinya hanya untuk panitia Asian Para Games yang meliputi volunteer para village, volunteer akreditasi, volunteer catering, pasukan pengamanan, pasukan paskibra, serta para panitia yang memiliki akses masuk ke Wisma Atlet.

Wisma Atlet akan melayani dan menjadi asrama sementara bagi 2.888 atlet dari 42 negara yang akan berlaga dalam ajang olahraga disabilitas terbesar kedua dunia ini. Ribuan atlet tersebut akan bertanding di 18 cabang yang digelar di berbagai venue di Jakarta.
sumber foto : google

Hiruk pikuk jalanan Ibukota membuatku lelah dengan kendaraan pribadi, macet dimanamana seakan berpikir akan mati di jalan apabila setiap hari menggunakan transportasi pribadi. Ditambah teriknya matahari yang bisa membakar kulitAku berpikir bahwa menggunakan transportasi umum akan lebih lama sampai padatujuan. Kala itu, ada tugas yang membuatku harus menggunakan transportasi umum, yaitu menggunakan kereta Commuterline jabodetabek. Ternyata jauh dari gambaran yang ada di benakkuCepat sampai tujuan serta aman dan nyaman.
Kalau kita masuk ke kereta Commuterline yang memiliki sedikit tempat duduk. Kita akan menyaksikan orang berebut masuk untuk mencari tempat duduk. Duduk di kereta Commuterline yang tidak ada aturan nomor tempat duduk adalah kenyamanan tersendiri. Orang berebut kenyamanan, kenyamanan duduk di kereta yang penuh. Di kereta yang tanpa kepastian kamu bisa duduk atau tidak. Mungkin harus berdiri lama berjam-jam hingga kaki kram.
Empati hilang di tengah kerumunan, tidak peduli tua atau muda, ibu hamil atau gadis belia. Semua ingin duduk. Pura-pura tidur agar tidak diganggu atau sibuk dengan handphonenya sendiri. Ditambah adanya wifi gratis yang membuat orang menjadingin berlama-lama di dalam kereta. Tetapi hanya beberapa stasiun saja yang dilengkapi fasilitas tersebut.
Seperti yang dikatakan Safitri Riyani yang setiap hari bekerja di Ibukota menggunakan Commuterline. Ia tidak mengetahui bahwa di stasiun ada fasilitas wifi gratis. Ia berharap agar PT KAI (Kereta Api Indonesia) lebih mempromosikan fasilitas tersebut di seluruh stasiun krl jabodetabek agar masyarakat dapat menikmati fasilitas gratis tersebut.
Sampai tahun 2018, PT KAI sudah memasang fasilitas wifi gratis di beberapa stasiun-stasiun besar seperti Stasiun Sudirman, Stasiun Gambir, Stasiun Kota, Stasiun Universitas Indonesia, Stasiun Manggarai, dan Stasiun Juanda.
Renaldi pengguna Commuterline sejak 2015 mengatakan bahwa semenjak ada wifi gratis di Stasiun Juanda, ia selalu menggunakan saat sebelum berangkat ke kampus maupun saat pulang dari kampus. Bahkan terkadang ia pulang larut malam demi menghabiskan waktu dengan fasilitas tersebut.
Transportasi umum, khususnya Commuterline jabodetabeksangat efisien dari segi waktu dan terhindar dari segala kemacetan Ibukota yang membuat pusing kepala.